JALAN MINYAK

jln mykHawa dingin membungkus keheningan malam minggu kelabu lalu ku terjabak dalam beragam pikiran. Entah aku tak tau bagaimana aku bisa berhenti untuk memikirkan hal tersebut, nyatanya aku termasuk orang yang memiliki tingkat kepedulian di atas batas normal walau terkadang tak kutunjukkan.

Baiklah aku akan menjabarkan apa yang sedang ku pikirkan,

“Jalan Minyak akan segera menjadi Kenangan”

jalan minyak

Mungkin seluruh Indonesia tau perusahaan Pertamina. Khususnya masyarakat Kota Balikpapan. Sebenarnya ini bukan petisi atau tulisan yang bertujuan untuk menghasut siapapun, ini hanya pemikiranku saja. Aku juga tidak begitu terganggu atau aku juga bahkan tidak menyalahkan pihak manapun, hanya saja ini sudut pandang ku.

Aku mendengar kabar dari Mama ku bahwa kelak jalan minyak tidak bisa dilewati karena disana akan dibangun tabung-tabung raksasa untuk memproduksi minyak bumi atau dibuat sederhana Pelebaran wilayah kerja Pertamina.

Mungkin ada yang belum tau bagaimana suasana di Jalan minyak, baik akan ku jelaskan sebisaku. Jalan minyak bukan jalan yang berminyak, ingat. Melainkan jalan yang panjangnya kurang lebih 30 km yang di jadikan tempat memproduksi minyak Pertamina, Yang membanggakannya jalan itu merupakan jalan yang jarang dimiliki oleh kota manapun. Udaranya masih asli, Saat kamu memasuki gerbang masuk Jalan Minyak sepanjang jalan kamu akan disuguhi jejeran rumah sederhana namun berkelas di samping kiri lalu ada tabung-tabung raksasa milik Pertamina yang tersusun dengan sangat rapi dan juga indah. Sepanjangan jalan kamu pula akan disuguhi pemandangan pohon-pohon yang dengan kokoh berdiri, atau bahkan jika kamu masuk lebih dalam lagi kamu akan melihat terowongan bekas penjajahan Jepang maupun Belanda. Aku sudah melihatnya, walau hanya lubang berukuran 30×20 cm saja. Aku juga tidak bisa memasuki atau bahkan melihat bibir terowongan tersebut karena hampir tertutup oleh pohon-pohon besar maupun rumput liar. Terlebih cerita horror yang beredar.

Datanglah ke kota ku, Balikpapan. Jika jalan itu masih ada lewatilah jalan tersebut. Karena kamu akan merasakan ketentraman apalagi jika ditambah mendengarkan melodi-melodi kesukaanmu, pasti suasana hatimu akan lebih nyaman. Pemandangan tabung-tabung raksasa, Segarnya udara membelai wajah, atau bahkan monyet-monyet yang keluar dari hutan untuk mencari makan, cepat atau lambat semuanya hanya akan menjadi kenangan. Aku harap, anak dan cucu ku masih bisa merasakannya.

 

jalan myk

 

 

 

Balikpapan, 22 Mei 2017

Rimbawani Fuji Lestari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s